sajak ganjil

“Aku menggerutu akan manusia, bukan Tuhan!”

Berputar dalam rotasi yang sama
manusia datang satu persatu
lantas pergi pula satu persatu.
Aku paham akan hukum alam, atau hukum Tuhan?
Siapa tahu? Aku mati sendirian
buku-buku di rak sudah berdebu
lantas dadaku kembali menggebu
aku menanti akan bintang yang berdampingan dengan malam
lantas aku caci mereka; tolol, siapa kata takdir di tangan kalian?

Aku masih mencari
bukan mencari Tuhan, atau tujuan
aku mencari manusia
untuk dicela
dicaci
dimaki
dihina
untuk aku injak dadanya, aku bakar matanya.

Aku tidak tahu
risau aku, lelah aku
penaku tumpul, sedang bibirku kelu
harus apa aku?
Semua buku yang aku banggakan
kata manis yang aku tebar
belanga emas yang aku kumpulkan
untuk apa?

Resah aku akan manusia
kini aku tak paham, apa itu hukum alam, atau hukum Tuhan?
Mati sendirian, membusuk sendirian
itukah hukum alam, atau hukum Tuhan?

Aku tidak mengerti
namun semua masih berputar dalam rotasi yang sama
maka aku tetap mencari manusia
menggerutu akannya sampai aku mati nanti.

Sebab aku tidak mengerti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s