Karam

​Kapal kita karam sebelum sempat berlayar

Maka biar rindu mengudara sendiri; mencari pemilik akannya yang hakiki.
Doaku melebur dalam dada

Mapasku menderu di udara

Tangisku diredam empat kata: bersama bukan takdir kita.
Tak lagi aku lihat jeda dalam tawamu

Atau sendu dalam wajahmu.

Iakah aku, sentral lukamu?

Namun rindu ini masih mengudara

Melintasi senja yang beranjak menjemput malam

Meninggalkan kapal kita yang telah karam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s